Welcome to my blog

Tampilkan postingan dengan label teknik komputer jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknik komputer jaringan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2013

Cara Install Aplikasi Di Linux

Assalamualaikum wr. wb.

saya akan menerangkan bagaimana cara instal aplikasi di linux.
simak gan ...

Unix dan linux tidaklah jauh berbeda, linux dikembangkan dari unix juga. Oleh karena itu, fasilitas yang disediakan dan cara instalasi aplikasi yang berjalan di atasnya hampir sama. Seperti kita ketahui bersama bahwa ada begitu banyak distro turunan linux, yang membedakan antara distro yang satu dengan yang lainnya secara umumnya adalah manajemen paket aplikasi dan ekstensi paketnya. Ada yang menggunakan .deb untuk turunan debian, .rpm untuk turunan fedora dan redhat linux, tarbal untuk turunan slackware, dan lain-lain dengan cara dan aplikasi manajemen yang beragam juga. Misalnya saja yang populer kita temui, konsep apt dari turunan debian, ubuntu, pacman di archlinux, emerge di gentoo, yum di fedora, yast di suse linux dan turunan redhat lainnya , konsep ports di freebsd, dan lain sebagainya.
Dengan adanya berbagai macam paket aplikasi tersebut, maka ada berbagai cara yang juga bisa dilakukan  untuk melakukan instalasi paket aplikasi di unix dan linux. Hal ini kadang membuat banyak pemula  di linux bingung bagaimana melakukan instalasi paket aplikasi di unix dan linux sehingga kadang enggan menggunakan dan beralih ke linux apalagi harus mengetikkan perintah melalui console yang kebanyakan berlayar hitam dan tidak menarik.
Artkel ini akan membahas cara dan proses instalasi paket aplikasi di linux dan unix, jadi bagi yang tidak atau belum mengerti, semoga artikel dan tutorial ini berguna.

Cara Instal Aplikasi.
Proses instalasi paket aplikasi yang dicontohkan pada artikel ini menggunakan perintah di console, sesuai dengan paket aplikasi yang digunakan baik pada lingkungan linux maupun unix.
Hal yang perlu diingat sebelum melakukan instalasi paket aplikasi di linux dan unix adalah membaca dokumentasi yang disertakan pada setiap paket aplikasi yang akan diinstal. Adakalanya untuk paket aplikasi tertentu memiliki cara instalasi yang berbeda dengan cara umum yang dilakukan, ada baiknya mengikuti petunjuk yang tersedia terlebih dahulu jika ada.
Untuk paket aplikasi dari source (tarbal), yang berekstensi tar.gz dan tar.bz2 (masih merupakan baris-baris code, dan belum dikompilasi), langkah umum pertama yang dilakukan adalah mengekstrak paket aplikasi. dengan perintah :
Untuk rar dengan perintah dan opsi :
# unrar x [nama_paket].rar
Untuk xz dengan perintah dan opsi :
# unlzma [nama_paket].xz
Untuk Z dengan perintah dan opsi :
# uncompress [nama_paket].Z
Untuk 7z dengan perintah dan opsi :
# 7z x [nama_paket].7z
Untuk gz dengan perintah dan opsi :
# gunzip [nama_paket].gz
Untuk bz2 dengan perintah dan opsi :
# bunzip2 [nama_paket].bz2
Untuk tar dengan perintah dan opsi :
# tar -zxvf [nama_paket].tar
Untuk tar.gz dengan perintah dan opsi :
# tar -xzvf [nama_paket].tar.gz
Untuk tar.bz2 dengan perintah dan opsi :
# tar -xvjf [nama_paket].tar.bz2
Untuk ZIP dengan perintah dan opsi:
#unzip [nama_paket].zip
Tahap dan proses yang dilakukan adalah konfigurasi instalasi, kompilasi (compiling) code, dan proses instalasi binari.
Setelah diekstrak, selanjutnya melakukan konfigurasi instalasi. Proses ini merupakan tahap pra-instalasi sebuah paket aplikasi. Dimana pada proses ini akan dilakukan beberapa persyaratan pengujian terhadap sistem yang digunakan dan akan membuat sebuah file bernama “Makefile” yang berguna untuk menjelaskan dan membuat aturan bagaiman aplikasi perangkat lunak harus dikompilasi.
# cd [nama_direktori]
# ./configure
Pada tahap ini, dapat diatur dimana aplikasi akan disimpan dengan menambahkan perintah –prefix setelah perintah di atas.
# ./configure --prefix [path_direktori_tujuan]
Setelah menunggu proses pra-instalasi ini selesai, selanjutnya melakukan kompilasi terhadap baris-baris code aplikasi tersebut, dengan perintah :
# make
Proses terakhir, setelah dikompile, akan dilakukan instalasi binari hasil kompilasi. Proses ini akan menyimpan binari-binari hasil kompilasi tadi ke lokasi permanen aplikasi ditempatkan. Untuk melakukan ini, biasanya hanya dengan akses root, pastikan bahwa kita menjalankan mode root pada proses ini, dan ketikkan perintah :
# make install
Jika tidak terdapat pesan error, maka instalasi aplikasi telah sukses dilakukan. Aplikasi sudah dapat digunakan.
Untuk update paket aplikasi yang berasal dari source ini bisa langsung menimpanya saja, dan uninstall cukup dengan menghapus folder hasil copy yang telah disimpan di hardisk. 
Instalasi paket RPM
RPM merupakan sebuah software manajemen aplikasi di lingkungan distro berbasis RPM (turunan Redhat dan Fedora). Software RPM ini memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk menggunakan aplikasi berekstensi .rpm. Paket-paket .rpm ini telah dikompilasi, jadi proses instalasi hanya akan melakukan ekstrak paket dan melakukan copy ke lokasi direktori tempat aplikasi akan disimpan.
Untuk proses instalasi cukup sederhana, dengan perintah :
# rpm -i [nama_file].rpm
Untuk uninstall dengan perintah :
# rpm -e <package>
Opsi -i berarti install dan -e berarti erase. Untuk pilihan lainnya bisa dilihat di manual rpm :
# man rpm
Instalasi paket DEB
Sama seperti paket rpm, deb juga sudah dikompilasi ke binari. Hanya melakukan instalasi dengan proses ekstrak paket dan melakukan copy binari ke direktori hardisk. Untuk instalasi paket deb, dengan menggunakan perintah :
# dpkg -i [nama_paket].deb
Untuk uninstall dengan perintah :
# dpkg -r [nama_paket].deb
Opsi -i berarti install dan -r berarti remove. Untuk pilihan lainnya dapat dilihat pada manualnya :
# man dpkg
Instalasi binari File dan script .sh
Adakalanya kita menggunakan file binari atau script .sh juga, untuk proses instalasi nya dengan perintah sh. Tapi sebelum menjalankan script atau file binari ini pastikan bahwa file tersebut sudah memiliki akses execute. Untuk pengecekannya dengan perintah :
# ls -l
Untuk memberikan akses ijin execute pada file script, dengan perintah :
# chmod +x [nama_file]
Setelah itu, tinggal eksekusi file tersebut dengan perintah :
# sh [nama_file]
Untuk beberapa distro, proses instalasi ini bisa dilakukan dengan bantuan software manajemen aplikasi yang tersedia dan dikembangkan masing-masing distro.
Instalasi paket .run
#chmod +x [nama_file].run
#./[nama_file].run
Troubleshooting
Jika terdapat pesan error dalam proses instalasi seperti yang telah dijelaskan di atas, periksalah kembali perintah dan file yang akan diinstal. Beberapa masalah umum yang biasanya timbul saat melakukan proses instalasi paket aplikasi tersebut adalah :
  • Akses izin untuk melakukan instalasi, dimana untuk proses instalasi umumnya hanya bisa dilakukan oleh root. User yang akan melakukan instalasi haruslah dengan autorisasi root terlebih dahulu. Untuk manajemen hak ini bisa langsung dengan bantuan root atau dengan sudo.
  • Error instalasi, hal ini bisa saja terjadi karena belum sempurna nya paket aplikasi didownload atau tidak kesesuaian paket aplikasi. Cek besar file dan md5 sum untuk memastikan paket aplikasi didownload valid. Jika tidak sesuai, lakukan download ulang paketnya, dan ulangi proses yang dilakukan sebelumnya.
  • Error saat menjalankan file binari atau script, pastikan bahwa file binari atau script diberikan akses execute, jika belum dapat dilakukan dengan bantuan perintah chmod.
  • Error saat kompilasi atau saat instalasi paket dikarenakan dependensi (ketergantungan) paket terhadap paket lain. Untuk kasus ini, haruslah melakukan instalasi paket aplikasi yang dibutuhkan terlebih dahulu untuk instal paket yang diinginkan.
Jika belum juga menemukan solusi permasalahan error yang ditemui, cobalah konsultasi melalui forum-forum di internet dan mencari masalah yang sama dengan bantuan search engine untuk menemukan solusi dari permasalahan yang sama yang pernah terjadi pada user lain.
semoga bermanfaat buat kalian :D

jangan lupa komentar nya :D

Cara Konfigurasi FTP Server Di Debian 5.0

Assalamualaikum wr. wb.

alhamdulillah , kali ini saya akan memberikan agan , tentang bagaimana Cara Konfigurasi FTP Server Di Debian 5.0....

yang belum tau silahkan simak dengan baik , :D


Setelah Mengkonfigurasi WebMail Server, Sekarang kita akan belajar mengkonfigurasi FTP Server. Hanya diperlukan beberapa Langkah untuk mengkonfigurasi FTB server tersebut.

*Kata2 bercetak tebal adalah perintah yang harus dijalankan.
*Kata2 berwarna biru adalah perubahan/sesuatu yang harus anda buat.

1) apt-get install  proftpd
Run proftpd : standalone

2) pico  /etc/proftpd/proftpd.conf

# Includes DSO modules
Include /etc/proftpd/modules.conf

# Set off to disable IPv6 support which is annoying on IPv4 only boxes.
UseIPv6 off

# If set on you can experience a longer connection delay in many cases.
IdentLookups off
ServerName "antoro.situstkj.co.cc"
ServerType standalone
DeferWelcome off

3) /etc/init.d/proftpd  restart
Stopping ftp server: proftpd.
Starting ftp server: proftpd.

4) Buka browser komputer client dan buka url ftp://www.situstkj.co.cc anda akan melihat tampilan ini:


Anda bisa login menggunakan username antok, ataupun username anisa, yang sudah anda buat pada saat
konfigurasi Webmail server

Cara Membuat Kabel UTP Tipe Straight Dan Cross

  Assalamualaikum wr. wb.

kali ini saya akan memberikan anda , bagaimana Cara Membuat Kabel UTP Tipe Straight Dan Cross

bagi anak TKJ , atau para agan-agan yang belum mengetahuinya ,
Awalnya saya juga tidak mengetahui nya , namun berkat kakak kelas saya yaitu ka asep surahmat , dia yang mengajarkan saya cara membuat kabel UTP dengan tipe Straight dan Cross :D dan akhirnya saya bisa :D
makasih ka asep . dan sekarang saya mau membagi yang saya dapatkan kepada kalian :D
silahkan di simak...


1. Kabel Straight
Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kabelnya, bisa EIA/TIA 568A atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya.

Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2 lewat kabel straight ke Switch, Switch menerima data pada pin 1 dan 2. Nah, karena pin 1 dan 2 pada switch tidak akan digunakan untuk mengirim data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka Switch
menggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6































Pengunaan Kabel Straight :
menghubungkan komputer ke port biasa di Switch.
menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL.
menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL.
menghubungkan port LAN router ke port uplink di Switch.
menghubungkan 2 HUB/Switch dengan salah satu HUB/Switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa




2. Kabel Cross
 Kabel crossover menggunakan EIA/TIA 568A pada salah satu ujung kabelnya dan EIA/TIA 568B pada ujung kabel lainnya.
Penggunaan kabel crossover :
menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
menghubungkan 2 buah HUB/Switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB/Switch.
menghubungkan komputer ke port uplink Switch
menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/Switch

Port biasa VS Port uplink
Untuk menghubungkan dua buah HUB/Switch atau menghubungkan dua buah komputer secara langsung dibutuhkan kabel crossover. Tapi jika HUB/Switch atau Network Interface Card (NIC) atau peralatan network lainnya menyediakan Uplinkport atau MDI/MDI-X anda bisa menggunakan kabel straight untuk menghubungkan ke port biasa di HUB/Switch atau Network Interface Card atau peralatan network lainnya.















iya , bagaimana ??
semoga cukup jelas ya... dan tentu nya semoga bermanfaat untuk agan :)

Diberdayakan oleh Blogger.